Ku ingin Dia menyapaku

Posted: 21 March 2011 in Uncategorized

by Princess Za “facebook-ku terdahulu”

on Monday, July 13, 2009 at 7:45pm

 

Aku sangat menyukai cahaya apalagi jika pembiasan benda lurus di dalam air mengibaratkan kerja kerasku untuk sebisa mungkin menyembunyikan rasa ini ketika berhadapan dengannya.

Fatamorgana dari kecuekan itu bisa memberitahu kalau dia pun pernah dalam sekejap memberikan pantulannya pada frekuensi 10 pangkat 14 Hz.

Mata yang kugunakan untuk memahami dunia nyata benar-benar menunjukan distorsi yang begitu besar.

Untung teriakan suara hati hanya dibawah 20 Hz saja. kalau tidak, setiap jeritan kesepian dan kebahagiaan dengan mudah dapat mereka dengarkan.

Ketika jin-jin dalam setiap benda yang terdiam kosong cuap-cuap dalam lolongan kebisuan malam, aku ingin ikut nimbrung bersama karpet terbangku yang mengantarkan Sang Tuan Putrinya bertamasya ke langit ke Sembilan.

Sedangkan penterjemahan saraf-saraf penerima rangsangan dari lubang hidungku tak mengantarkan pada situasi apapun. Setiap busuk siang dan malam terlewati dengan begitu ramai dan sangat mengganggu.

yah.. mengganggu intuisi yang ingin kupindahkan kekutannya untuk indra penciumanku.

Berisik sekali, pantas saja rasa ini hanya dapat ternikmati oleh lidah imajinasi. kepekaan terhadap kondisi biasa-biasa saja tdk teralami karena sudah terlebih dahulu dijemput rombongan cabe merah yang sering tiap hari marah.

Semuanya jelas, namun terinterpretasi secara tidak jelas.

Tau tidak manusia mempunyai kemampuan untuk menggunakan indra yang dimiliki sekaligus? Langsung melihat, mendengar, mencium, sekaligus mengecap dan meraba.

Seorang bayi menangis dan tertawa dalam dunianya sendiri menggoda perut Sang Ibu yang kurang nyaman menggendong sosok tersayangnya.

Sedangkan para manusia-manusia sok tak berdosa lebih memercayai rasio, logika dan nalar yang mereka agung-agungkan.

Akal adalah segala-galanya, sabda Seorang Raja. Hati nurani pun terkalahkan oleh kekuasaan otak yang duduk gagah di atas tunjangan-tunjangan badaniah lainnya.

Kesadaran akan tumpulnya seonggok daging, sebercak darah yang ditemani ruh dari sang Maha Agung ini bertanya kepada sebutir debu, “Seperti apa Dia? Bagaimana wujudNya?”

Lalu ukiran firman dalam bungkus tak abstrak istimewa menggaungkan terompet tajam yang serta merta memberikan sedikit pelajaran untukku.

Dengan memperhatikan dulu kita tidak ada menjadi ada, kemudian dengan bertamasya adalah salah satu cara untuk melihat Dia.

Yach…. Tengok saja An Naml; 69 , Al Ankabut; 20 ataupun Al Mulk; 15. Bentangan kekuasaan dari keindahan dan keharmonisan ciptaanNya akan membuat seluruh makhluk terperangah takjub!! tak terbayangkan raga ini bisa-bisa menjadi tak terwakilkan jika wujud Tuhan tidak sengaja menyapanya.

yakinlah… Dia akan tampakan kesempurnaanNya dihadapan makhluk-makhluk bersorban taqwa. Insya Allah.


 

nb:

SILAHKAN KASIH KRITIK, MASUKAN, ATAU CUMAN KOMENTAR JUGA BOLEH….

makasih sudah berkunjung ke blog saya.. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s