Do’a yang diijabah dan tidak diijabah

Posted: 11 March 2011 in Uncategorized

Pada suatu hari Sayidina Ali Karamallaahu Wajhah, berkhutbah di hadapan kaum Muslimin. Ketika beliau hendak mengakhiri khutbahnya, tiba-tiba berdirilah seseorang ditengah-tengah jamaah sambil berkata, “Ya Amirul Mu’minin, mengapa do’a kami tidak diijabah? Padahal Allah berfirman dalam Al Qur’an, “Ud’uuni astajiblakum” (berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu).

Sayidina Ali menjawab, “Sesungguhnya hatimu telah berkhianat kepada Allah dengan delapan hal, yaitu :

  • Engkau beriman kepada Allah, mengetahui Allah, tetapi tidak melaksanakan kewajibanmu kepada-Nya. Maka, tidak ada manfaatnya keimananmu itu.
  • Engkau mengatakan beriman kepada Rasul-Nya, tetapi engkau menentang sunnahnya dan mematikan syari’atnya. Maka, apalagi ulah dari keimananmu itu?
  • Engkau membaca Al Qur’an yang diturunkan melalui Rasul-Nya, tetapi tidak kau amalkan.
  • Engkau berkata, “Sami’na wa aththa’na (Kami mendengar dan kami patuh), tetapi kau tentang ayat-ayatnya.
  • Engkau menginginkan syurga, tetapi setiap waktu melakukan hal-hal yang dapat menjauhkanmu dari syurga. Maka, mana bukti keinginanmu itu?
  • Setiap saat engkau merasakan kenikmatan yang diberikan oleh Allah, tetapi tetap engkau tidak bersyukur kepada-Nya.
  • Allah memerintahkanmu agar memusuhi syetan seraya berkata, “Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh bagi(mu) karena sesungguhnya syetan-syetan itu hanya mengajak golongan supaya mereka menjadi penghuni neraka yang nyala-nyala” (QS. Al Faathir [35] : 6). Tetapi tidak kau musuhi syetan dan bersahabat dengannya.
  • Engkau jadikan cacat atau kejelekkan orang lain di depan mata, tetapi kau sendiri orang yang sebenarnya lebih berhak dicela daripada dia.

Nah, bagaimana mungkin do’amu diterima, padahal engkau telah menutup seluruh pintu dan jalan do’a tersebut. Bertaqwalah kepada Allah, shalihkan amalmu, bersihkan batinmu, dan lakukan amar ma’ruf nahi munkar. Nanti Allah akan mengijabah do’amu itu.

Dalam riwayat lain, ada seorang laki-laki datang kepada Imam Ja’far Ash Shiddiq, lalu berkata, “Ada dua ayat dalam Al Qur’an yang aku paham apa maksudmu?”

“Bagaimana dua bunyi ayat itu?” Tanya Imam Ja’far. Yang pertama berbunyi “Ud’uuni astajib lakum” (Berdo’alah kepada-Ku niscaya akan Ku perkenankan bagimu), (QS. Al Mu’min [40] : 60). Lalu aku berdo’a dan aku tidak melihat do’aku diijabah,” ujarnya.

“Apakah engkau berpikir bahwa Allah akan melanggar janji-Nya?” tanya Imam Ja’far.

“Tidak,” jawab orang itu.

“Lalu ayat yang kedua apa?” Tanya Imam Ja’far lagi.

“Ayat yang kedua berbunyi “Wamaa anfaqtum min syai in fahuwa yukhlifuhuu, wahuwa khairun raaziqin” (Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rizki yang sebaik-baiknya), (QS. Saba [34] : 39). Aku telah berinfak tetapi aku tidak melihat penggantinya,” ujarnya.

“Apakah kamu berpikir Allah melanggar janji-Nya?” tanya Imam Ja’far lagi.

“Tidak,” jawabnya.

“Lalu mengapa?” Tanya imam Ja’far.

“Aku tidak tahu,” jawabnya.

Imam Ja’far kemudian menjelaskan, “Akan kukabarkan kepadamu, Insya Allah seandainya engkau menaati Allah atas apa yang diperintahkan-Nya kepadamu, kemudian engkau berdo’a kepada-Nya, maka Allah akan mengijabah do’amu. Adapun engkau berinfak tidak melihat hasilnya, kalau engkau mencari harta yang halal, kemudian engkau infakkan harta itu di jalan yang benar, maka tidaklah infak satu dirham pun, niscaya Allah menggantinya dengan yang lebih banyak. Kalau engkau berdo’a kepada Allah, maka berdo’alah kepada-Nya dengan Jihad Do’a. Tentu Alah akan menjawab do’amu walaupun engkau orang yang berdosa.”

“Apa yang dimaksud Jihad Do’a?” sela orang itu.

Apabila engkau melakukan yang fardhu maka agungkanlah Allah dan limpahkanlah Dia atas segala apa yang telah ditentukan-Nya bagimu. Kemudian, bacalah shalawat kepada Nabi SAW dan bersungguh-sungguh dalam membacanya. Sampaikan pula salam kepada imammu yang memberi petunjuk. Setelah engkau membaca shalawat kepada Nabi, kenanglah nikmat Allah yang telah dicurahkan-Nya kepadamu. Lalu bersyukurlah kepada-Nya atas segala nikmat yang telah engkau peroleh.

Kemudian engkau ingat-ingat sekarang dosa-dosamu satu demi satu kalau bisa. Akuilah dosa itu dihadapan Allah. Akuilah apa yang engkau ingat dan minta ampun kepada-Nya atas dosa-dosa yang tak kau ingat. Bertaubatlah kepada Allah dari seluruh maksiat yang kau perbuat dan niatkan bahwa engkau tidak akan kembali melakukannya. Beristighfarlah dengan seluruh penyesalan dengan penuh keikhlasan serta rasa takut tetapi juga dipenuhi harapan.

Kemudian bacalah, “Ya Allah, aku meminta maaf kepada-Mu atas seluruh dosaku. Aku meminta ampun dan taubat kepada-Mu. Bantulah aku untuk mentaati-Mu dan bimbinglah aku untuk melakukan apa yang Engkau wajibkan kepadaku segala hal yang engkau rdhai. Karena aku tidak melihat seseorang bisa menaklukkan kekuatan kepada-Mu, kecuali dengan kenikmatan yang Engkau berikan. Setelah itu, ucapkanlah hajatmu. Aku berharap Allah tidak akan menyiakan do’amu,” papar Imam Ja’far.

Imam Musa Al-Kazhim (sa) berkata: “Doa ini adalah doa ‘azhimusy sya’an
(kondisi yang agung), syari’ul ijabah, doa yang cepat diijabah oleh ALLAH
SWT” Doanya sebagai berikut:

Dengan nama ALLAH Yang Maha Pengasih dan Penyayang
Sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Ya Allah, sungguh aku mentaati-Mu dalam mencintai sesuatu, karena ia
bertauhid pada-Mu; aku tidak bermaksiat pada-Mu dalam membenci sesuatu
karena ia ingkar pada-Mu. Maka ampuni aku dalam menyikapi keduanya. Wahai
Yang kepada-Nya tempat berlariku, lindungi aku dari segala yang aku
mohonkan perlindungannya pada-Mu.

Ya Allah, ampuni aku dalam banyaknya kemaksiatan pada-Mu, terimalah dariku
sedikitnya ketaatanku pada-Mu

Wahai Pelindungku yang tanpa permusuhan
Wahai Harapanku dan Sandaranku
Wahai Penjagaku dan Bentengku
Wahai Yang Maha Esa wahai Maha Tunggal
Wahai Qul Huwallâhu Ahad, Allâhush Shamad lam yalid wa lam yûlad wa lam
yakul lahu kufuwan ahad.

Aku memohon pada-Mu dengan hak orang-orang yang Kau pilih dari semua
makhluk-Mu, dan Engkau tidak menjadikan seorang pun seperti mereka.
Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, dan perkenankan doaku
sebagaimana yang layak bagi-Mu.

Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan keesaan-Mu yang paling agung, dengan
cahaya Muhammad, dengan kemulian Ali, dan dengan semua keagungan yang Kau
tutupi dari hamba-hamba-Mu, serta dengan nama yang Kau hijabi dari
makhluk-Mu, sehingga ia tidak pernah keluar dari-Mu kecuali kembali
pada-Mu.

Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, karuniakan padaku
kebahagiaan dan jalan keluar dalam urusanku, anugrahkan padaku rizki dari
arah yang aku duga dan arah yang tidak aku duga. Sesungguhnya Engkau
memberi rizki pada orang yang Engkau kehendaki dari arah yang tak terduga.

Setelah membaca doa ini, maka sampaikan hajat anda kepada ALLAH.

(Dikutip dari kitab Mafatihul Jinan, bab 1, hlm 114)

Catatan: Yang paling utama dalam menyampaikan hajat kepada ALLAH SWT yaitu dalam
kondisi sujud (di luar shalat), dan menangis kepada Yang Maha Pengasih dan
Maha Penyayang. Insya Allah doa cepat diijabah.

 

nb:

SILAHKAN KASIH KRITIK, MASUKAN, ATAU CUMAN KOMENTAR JUGA BOLEH….

makasih udah berkunjung ke blog saya.. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s